KAOS DAKWAH : Dakwah Tauhid adalah kunci dakwah para Rasul ‘alaihimush shalatu was salam Ibnul Qoyyim rahimahullah telah menjelaskan ciri khas dakwah para Rasul ‘alaihimush shalatu was salam,beliau mengatakan التوحيد مفتاح …


Dakwah Tauhid adalah kunci dakwah  para Rasul ‘alaihimush shalatu was salam

Ibnul Qoyyim rahimahullah telah menjelaskan ciri khas dakwah para Rasul ‘alaihimush shalatu was salam,beliau mengatakan
التوحيد مفتاح دعوة الرسل
“Tauhid kunci dakwah para Rasul.”
Ya, memang demikianlah kenyataannya, seluruh Rasul ‘alaihimush shalatu was salam, dakwah mereka adalah Tauhid, sebagaimana firman Allah
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu’” (An-Nahl:36).
Perhatikanlah ayat-ayat Al-Qur’an berikut ini:
Allah Ta’ala berfirman,
لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحاً إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ
“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan yang berhak disembah bagimu selain-Nya” (Al-A’raaf: 59).
وَإ ِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُوداً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ
“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah bagimu selain dari-Nya” (Al-A’raaf: 65).
وَ إِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحاً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ
“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah bagimu selain-Nya” (Al-A’raaf: 73).
وَ إِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْباً قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ
“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah bagimu selain-Nya” (Al-A’raaf: 85).
Berkata Syaikh Ramadhani hafizhahullah dalam kitab Sittu Durar min Ushul Ahlil Atsar,
و هكذا , مهما اختلفت الأمم , و تباينت مشاكلها ؛ فإن الدعوة إلى التوحيد هي الأصل ؛ سواء كانت مشكلتهم اقتصادية , كما في أهل مدين ؛ أو كانت خُلُقية كما في قوم لوط – عليه السلام -.و لست بحاجة أن أقول: أو كانت سياسية ؛ لأن جميع هؤلاء لم يكونوا يُحْكَمون بما أنزل الله
“Dan demikianlah, walaupun berbeda-beda umat  mereka dan beranekaragam problematika umat mereka, tetaplah dakwah Tauhid adalah dakwah yang pokok, sama saja apakah problem yang dihadapi umat mereka masalah perekonomian, sebagaimana problem penduduk Madyan, atau problem akhlak, sebagaimana problem kaum Nabi Luth ‘alaihis salam (tetaplah dakwah Tauhid adalah dakwah yang pokok dan terpenting, pent.)”


Anda sedang mencari KAOS DAKWAH yang berkualitas KAOS DISTRO silakan kunjungi website kami GRIRAH, semoga akan mendapatkan jenis dan kualitas KAOS DAKWAH yang terbaik, terima kasih atas kunjungannya
Dengan demikian, tidaklah boleh pudar cahaya dakwah Tauhid yang diberkahi ini, kapanpun juga, karena klaim sebagian orang bahwa Tauhid itu sudah ada di hati orang-orang. Hal ini bukanlah alasan untuk meninggalkan dakwah Tauhid! Mengapa demikian? Ini alasannya:
Profil Imam Ahlut Tauhid sesudah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al-Khaliil Ibrahim ‘alaihish shalatu was salam saja takut dirinya terjerumus dalam kesyirikan, Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an, bahwa beliau berdo’a:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah patung-patung”
رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ ۖ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ۖ وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Ibraahiim: 35-36).
Berkata Ibrahim At-Taimi rahimahullah :
من يأمن البلاء بعد خليل الله إبراهيم
“Siapakah yang merasa aman setelah Khalilullah Nabi Ibrahim?” Maksudnya, jika Nabi Ibrahim ‘alahish shalatu was salam saja takut terjerumus kedalam kesyirikan, bagaimana lagi dengan orang-orang yang tingkat keimanannya jauh di bawah beliau ‘alahish shalatu was salam ? Padahal beliau adalah Imam Ahlut Tauhid sesudah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Khalilullah (Nabi yang sangat dicintai oleh Allah).
Kesyirikan tersebut terjadi pada masa ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masih hidup, padahal beliau adalah utusan Allah terbaik, mendidik manusia dengan pendidikan terbaik. Bagaimana lagi dengan zaman kita? Tentunya lebih memungkinkan lagi terjadi!
Seluruh Rasul ‘alaihimush shalatu was salam, dakwah mereka adalah tauhid, sebagaimana firman Allah :
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” (An-Nahl: 36).
Adapun jika ada klaim bahwa tauhid itu sudah ada di hati orang-orang, klaim ini bukanlah alasan untuk meninggalkan dakwah tauhid. Apalagi ucapan tersebut menyelisihi kenyataan banyak manusia di zaman ini.
Mengapa demikian? Ini alasannya:
  1. Imam Ahlut Tauhid sesudah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al-Khaliil Ibrahim ‘alaihish shalatu was salam saja takut dirinya terjerumus dalam kesyirikan, sebagaimana yang disebutkan dalam surat Ibrahim: 35-36  (Baca: artikel bagian pertama).
  2. Profil Imam Ahlut Tauhid yang paling mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak pernah meninggalkan dakwah Tauhid di dalam seluruh tahapan dakwahnya.
Syaikh Rabii’ Al-Madkhali rahimahullah dalam kitabnya, Manhajul Anbiya’ fid Da’wah ilallah, mengatakan,
أمّا السنّة ففيها الشيء الكثير الدّالّ على افتتاح رسول الله صلى الله عليه وسلم دعوته بالتّوحيد واختتامها بذلك واستمراره فيما بين ذلك طوال حياته
“Adapun dalam As-Sunnah, maka terdapat dalil yang banyak, yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuka dakwahnya dengan Tauhid, menutup dakwahnyapun dengan Tauhid, dan selang masa diantara keduanya terus-menerus beliau mendakwahkan Tauhid, sepanjang hidupnya”
Amiin Jum’iyyatil Ulama’il Muslimin di Aljazair, Syaikh Mubarak Al-Maili rahimahullah menjelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah membiarkan perbuatan menyekutukan Allah dengan patung-patung, padahal beliau ketika itu masih sendirian. Beliaupun tidak pernah meninggalkan dakwah tauhid, baik saat sedang hijrah, saat beliau telah berkuasa di Madinah, setelah Fathul Makkah maupun saat-saat beliau jihad fi sabilillah! Begitu pula saat peristiwa bai’at (janji setia yang syar’i)beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengambil baiat dari manusia di atas tauhid.
Lalu  Syaikh Mubarak Al-Maili rahimahullah mengatakan,
وهذه سيرتُه المدوَّنة، وأحاديثُهُ الـمُصَحَّحَةُ، فتتبَّعْها تَجِدْ تصديقَ ما ادَّعيناهُ، وتفصيلَ ما أجملنا
“Dan inilah perjalanan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah tersusun, dan juga demikian Hadits-Hadits tentangnya yang sudah diteliti keshahihannya (pun ada), silahkan cari! Anda akan mendapatkan benarnya apa yang kami nyatakan dan akan mendapatkan perincian dari apa yang kami ungkapkan secara global” (Sittu Durar min Ushul Ahlil Atsar, hal. 20).

Bagaimanakah dakwah Tauhid yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di masa-masa kekokohan Tauhid dan kemuliaan Islam?

Suatu saat, di masa-masa kekokohan tauhid dan kemuliaan Islam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendapatkan kabar bahwa ada patung yang disembah, di sebuah rumah yang dinamai dengan Dzul Khalashah di Yaman. Mendengar hal itu, beliapun gelisah dan sangat sedih hingga beliau mengutus pasukan untuk menumpasnya (Kisah ini terdapat dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim).
Wahai saudaraku! dari kisah tersebut, perhatikanlah hal-hal berikut ini,
  1. Kesyirikan tersebut terjadi pada masa ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, padahal beliau adalah utusan Allah terbaik, mendidik manusia dengan pendidikan terbaik. Bagaimana lagi dengan zaman kita? Tentunya lebih memungkinkan lagi terjadi!
  2. Kesyirikan itu terjadi di masa-masa kekokohan Tauhid dan kemuliaan Islam, bagaimana lagi di zaman kita yang kaum muslimin banyak mengalami kemunduran dan kelemahan?
  3. Kesyirikan itu terjadi jauh dari pusat pemerintahan Islam yang dipimpin oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bagaimana jika kesyirikan itu terjadi di tempat yang masih satu kota dengan tempat tinggal kita atau bahkan dekat dengan rumah kita? Nas`alullahas salamah.
Untuk pembahasan lebih rinci tentang bagaimana dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih lanjut, silahkan membaca artikel : Dakwah Khilafah Ataukah Dakwah Tauhid? Walhamdulillaah Rabbil’alamiin.
***
Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah
Artikel Muslim.or.id
Axact

KAOS DAKWAH

KAOS DAKWAH adalah blog membahas tentang cara pembuatan Kaos Dakwah sampai bagaimana cara menjual Kaos Dakwah Online maupun offline, Silakan cari artikel di blog ini..Terima Kasih telah berkunjung di blog sederhana ini.

Post A Comment:

0 comments: