Mengapa berbuat dosa itu nikmat?

Bermaksiat : Sesungguhnya Allah SWT memilih menusia untuk menjadi kholifah di bumi karena manusia itu diciptakan sangat sempurna, yang mempunyai akal, sehingga manusia bisa memilih dan memilah antara yang baik dan buruk. Mari kita ingat pada kisah ayah kita Nabi Adam A.S. Ketika belioau masih berada di surga, iblis sangat kuwalahan dalam menggoda dan menjerumuskannya. Namun akhirnya iblis melihat titik kelemahan Nabi Adam yaitu pada nafsunya, sehingga kemudian iblis tersebut berhasil menjerumuskan Nabi Adam A.S.kepada jalan yang tidak di rodhoi oleh Allah SWT. Ini bisa kita jadikan renungan dan pelajaran bersama, bahwa mau tidak mau kita harus mengaku bahwa kita itu mempunyai titik kelemahan bernama nafsu. Titik itu sangat berbahaya, karena nafsu, kita akan melihat segala hal menjadi kebalikannya. Melihat kesengsaraan menjadi kenikmatan, melihat buruk menjadi baik, serta melihat hal baik sebagai suatu yang menjemukan.
Kaos Distro - Berhati Hatilah! Ketika Engkau Selalu Bermaksiat, Tapi Merasa Allah Selalu Memberimu Nikmat
Kaos Distro – Berhati Hatilah! Ketika Engkau Selalu Bermaksiat, Tapi Merasa Allah Selalu Memberimu Nikmat
KAOS DAKWAH  Mengapa berbuat dosa itu nikmat? Karena kita melihatnya dengan pandangan nafsu. Dan memang Allah SWT telah mengizinkan keburukan itu memberikan balasan atau imbalan yang lebih cepat. Ketika kita berbuat maksiat, kita akan merasakan nikmat, dan memang nikmat itu diizinkan oleh Alloh untuk datang dengan cepat. Berbeda dengan kebaikan yang balasannya tidak secara langsung, akan tetapi berangsur-angsur untuk menguji keikhlasan kita. Mengapa seperti itu? Ya memang itulah tantangan untuk kita.
Berhati-hatilah kawan, dengan hal ini.
Dalam hadits Qudsi Alloh SWT berfirman:
“ Apabila kalian berbuat dosa, maka janganlah kalian lihat besar kecilnya dosa itu, akan tetapi lihatlah, kepada siapa kalian berbuat dosa”
Ini penting, karena apa?
Bermaksiat : Karena dibalik firman itu ternyata tersembunyi sebuah rahasia.
Jangan sekali-kali menyepelekan dosa kecil. Apapun bentuk dosa, apabila kita telah terjerumus dan masuk ke dalam lobang itu, maka hal itu akan memberi peluang kepada setan untuk mengenalkan kita pada dosa yang lain. Dan suatu dosa, apabila kita telah merasakan kenikmatannya, maka akan menjadikan kita ketagihan dan akan sulit untuk berhenti dari dosa itu. Hal ini seringkali tanpa kita sadari, telah menjadi kebiasaan hidup kita. Na’udzubillah, kita berlindung kepada Alloh.
Bermaksiat : Kawan, jangan main-main dengan kehidupan ini. Sesungguhnya hidup ini serius dan akan dipertanggung jawabkan, ingat itu. Dan yang perlu kita perhatikan lagi, bahwa kita mempunyai musuh yang lebih pintar dari kita, lebih hebat dan licik dari kita. Kita masih sangat polos untuk mengenali tipu dayanya, karena tipu dayanya sangat halus menyelusup ke dada kita. Namun jangan khawatir kawan, kita memang memiliki musuh yang licik, akan tetapi kita juga mempunyai Tuhan yang lebih hebat. Yang harus kita lakukan adalah, mendekat kepada-Nya, memohon pertolongan, jangan sekali-kali kita mencoba jauh dari-Nya. Alloh itu tidak akan lalai dalam menjaga kita, Dia akan selalu melindungi kita dari segala marabahaya, namun kita juga harus gigih dalam berjuang untuk mendapatkan ridho-Nya.
Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi:
“ Wahai hamba-Ku, kalian tak perlu khawatir, Aku membekali kalian akal yang dengan itu kalian dapat melihat petunjukku dan menimbang antara baik dan buruk”
Ingatlah nasihat itu baik-baik, kawan. Gunakanlah akal sebelum melakukan sesuatu. Akal merupakan karunia Alloh yang sangat mahal harganya.
Bermaksiat : Memang terkadang nafsu itu mematikan akal kita, untuk itu sering-seringlah membaca istighfar agar akal kita sehat, sehingga memudahkan kita untuk menerima petunjuk.
Kawanku, ingatlah, ketika kalian melakukan dosa, maka kalian telah berada pada keadaan negative. Ketika kalian telah berada pada keadaan itu, maka kalian akan sangat kesulitan untuk kembali ke keadaan positif, dan butuh banyak sekali energy untuk bisa kembali kepada keadaan positif. Dan itu tak bisa kita biarkan, kita tak akan mendapatkan apa-apa kalau kita tanpa usaha. Meskipun dengan berdoa pun, apabila tanpa usaha untuk kembali ke kutub positif, maka akan sangat sulit dan bahkan tidak akan bisa. Karena apa? Karena pada saat kita melakukan dosa, itu berarti kita menyepelekan Alloh , tidak peduli pada peringatan-Nya, dan itu berarti kita menjauh dari-Nya. Lalu bagaimana bisa kita memohon pertolongan kepada-Nya tanpa usaha? Apakah tidak malu? Lalu, usaha apakah yang harus kita lakukan? Adalah dengan memaksa. Ya, tak ada jalan lain selain memaksa diri kita untuk kembali ke kutub positif, dengan menggunakan seluruh energy yang kita miliki. Dan jangan sampai kita lupa, bahwa di perjalanan kita nanti, kita akan berpeluang untuk melakukan dosa yang sama, karena kita telah merasakan nikmatnya. Maka, semakin berhati-hatilah dan mintalah perlindungan Alloh.
Demikian halnya ketika kita sekali saja tidak istiqomah, maka kita akan sangat kesulitan untuk memulainya. Ambil contoh sederhana misalnya biasanya kita istiqomah sholat dluha, namun karena suatu hal kita meninggalkan sholat dluha itu, maka berarti kita berhenti untuk beristiqomah, maka selanjutnya yang kita rasakan, kita akan aras-arasan untuk melakukan ibadah mulia itu, apalagi kalau kita lama tidak lagi mengerjakannya, maka akan sangat kesulitan untuk memulainya. Dan tak ada jalan lain selain dengan DIPAKSA.
Saudara-saudaraku yang saya cintai, marilah kita memulai lagi dari awal, nari kita membuka lembaran baru. Segala yang telah terjadi tak bisa kita elakkan, jadikan semua itu sebagai suatu pembelajaran untuk lebih baik lagi. Marilah kita patuhi segala aturan yang telah Allah berikan, karena aturan tersebut adalah untuk kebaikan kita juga. Untuk sebuah awal memang terasa sangat sulit, maka dari itu kita harus memaksanya dengan memohon kepada Alloh untuk mentenagai kita kepada jalan yang lurus menuju kepada ridho-Nya. Mari kita mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, hanya dengan itu kita bisa merasakan kebahagiaan yang sejati, kebahagiaan yang sesungguhnya, bukan kebahagiaan yang semu.
Bermaksiat : Sebelum saya menutupnya, izinkan saya memperlihatkan pesan-Nya yang lembut kepada anda. Dalam sebuah hadits Qudsi Alloh SWT berfirman:
“Wahai anak cucu Adam, kerjakanlah kebaikan untuk dirimu sebelum kematian menjemputmu, niscaya kau akan mendapati pahalanya di sisi-Ku. Barang siapa yang memohon ampun, Akulah yang mengampuninya, barang siapa yang bertobat, Akulah yang melarangnya dari perbuatan maksiat, jika hamba-Ku taat dan rela pada perintah-Ku, Aku akan memudahkan urusannya, akan menambah kekuatannya, dan melapangkan dadanya.”
“Wahai anak cucu Adam, bersabarlah dan berendah hatilah, niscaya Kumuliakan kalian, bersyukurlah kepada-Ku, niscaya Kutambah nikmat-Ku, mohonlah ampun kepada-Ku, niscaya Kuampuni, dan bila kau berdoa kepada-Ku, niscaya Kukabulkan. Bertobatlah kepada-Ku, niscaya Kuterima tobatmu. Mintalah kepada-Ku, niscaya Kuberi. Sesungguhnya kau tidak tahu seberaopa besar maksiat yang telah kau lakukan di masa lampaumu dank au tidak juga tahu seberapa besar maksiat yang akan kau lakukan di masa depanmu, karena itu jangan lupakan Aku, karena aku berbuat sekehendak-Ku”
Saya berharap tulisan saya yang sederhana ini menjadi inspirasi bagi kita semua dan menggugah hati kita serta menyadarkan kita.
Sampai jumpa di surge nanti. I love uJ
Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: