Kaos Dakwah – Salam hangat buat teman-teman steemian semua dimanapun anda berada. Malam ini saya ingin menulis sedikit tentang ikhlas. Tulisan saya ini terinspirasi dari salah satu senior kita, yaitu @aiqabrago bisa anda cek tulisan disini disitu bg @aiqabrago membahas tentang lingkaran sepuluh. intinya adalah tentang teman sejati. saya rasa judul ikhlas untuk tulisan ini juga ada kaitannya tentang pertemanan. Mari kita simak salah satu hadis berikut ini
Ikhlas Itu Tak Terucap
Ikhlas Itu Tak Terucap
“Sesungguhnya الله tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”.(الحديث)
sumber
dalam hidup ini kita sangat sering dihadapkan pada permasalahan yang menuntut rasa ikhlas di dalamnya. Sebagai contoh dalam hubungan kita dengan الله. Ketika melakukan ibadah, katakanlah shalat, apa yang terlintas dipikiran kita? kenapa kita shalat, untuk apa kita melaksanakan shalat tersebut? bila yang terlintas dipikiran kita adalah fahala supaya masuk syurga, maka bisa dikatakan kita belum ikhlas dalam melaksanakan ibadah shalat. Lalu bagaimana supaya kita dikatakan ikhlas, kita shalat karena itu perintah الله dan yang kita cari sebenarnya adalah Ridha الله. itulah hakikat ibadah yang sebenarnya. bila kita sudah bisa berbuat seperti itu, maka ketika itu pula kita sudah dikatakan ikhlas أن شاء الله. Begitu juga untuk ibadah-ibadah lainnya. Selama kita masih mengharapkan fahala dalam beribadah maka kita belum bisa dikatakan ikhlas.
sumber
Dalam persahabatan, rasa ikhlas juga sangat dituntut. Mendapatkan seorang teman yang benar-benar tulus tidak lah mudah bahkan seseorang pernah berkata
“Sahabat sejati lebih berharga daripada cinta sejati”
itu menandakan bahwa sangat tidak mudah untuk mendapatkan seorang sahabat yang benar-benar tulus dalam berteman. Kebanyakan sekarang adalah teman yang memanfaatkan teman. Terkadang seseorang berteman dengan kita hanya karena dia butuh sesuatu setelah semua yang dia inginkan tercapai kitapun dilupakan. Saidina ali pernah ditanya oleh salah seorang sahabat nya
Ya Ali, kulihat sahabat-sahabatmu begitu setia sehingga mereka banyak sekali, berapakah sahabatmu itu ?
“Nanti akan kuhitung setelah aku tertimpa musibah”
dari situ kita bisa mengambil pelajaran bahwa tidak semua sahabat itu adalah sahabat. adakalanya mereka hanya mengincar sesuatu dari persahabatan tersebut.
Apa yang kita dapatkan dari berlaku ikhlas? kebahagiaan. Perasaan bahagia akan hadir ketika beban dipikiran hilang. Beban tersebut akan hilang ketika kita bisa bersikap ikhlas. Orang ikhlas akan merasa kaya hati. Kaya hati lebih berharga daripada kaya harta. Ketika kita hidup dalam kemiskinan, tapi kita tetap bisa menerima semua itu dengan perasaan ikhlas maka kita akan merasa bahagia. Ketika kita ditimpa musibah dan berbagai kemalangan tapi tetap bisa menerima dengan ikhlas, maka kita akan tetap merasa bahagia. Bahkan jalan keluar untuk semua permasalahan yang kita hadapi dalam hidup adalah ikhlas. Dengan bersikap ikhlas akan menuntut kita untuk bersabar, dengan bersabar akan mendekatkan kita kepada الله.
sumber
Inilah sedikit ulasan singkat dari saya malam inia semoga bisa menjadi renungan buat kita semua dalam menjalani kehidupan.

Axact

Axact

Vestibulum bibendum felis sit amet dolor auctor molestie. In dignissim eget nibh id dapibus. Fusce et suscipit orci. Aliquam sit amet urna lorem. Duis eu imperdiet nunc, non imperdiet libero.

Post A Comment:

0 comments: